Kartu Liputan Istana Ditarik -- Dan Dikembalikan Lagi
Kemarin kita dikejutkan dengan berita bahwa Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden menarik Kartu Liputan Istana jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia.
Kejadian ini ditengarai karena Diana melontarkan pertanyaan terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) saat siaran pers di bandara Halim Perdana Kusumah. Hal ini mengagetkan, karena setelah saya tonton videonya, pertanyaannya cenderung biasa saja dan berusaha mengadress elephant in the room, Keracunan MBG yang belakangan terjadi. Respon Presiden Prabowo pun cenderung positif dan menegaskan bahwa beliau memonitor hal ini dan memang berencana untuk memanggil Kepala BGN untuk membahas hal ini.
Entah siapa yang memerintahkan BPMI melakukan hal itu, tapi yang pasti hal ini menimbulkan citra yang tidak baik bagi Presiden Prabowo. Istana terkesan tidak suka apabila ada pertanyaan "menyimpang" diarahkan kepada Presiden. Bagi pihak yang tidak suka dengan Presiden, cap antikritik dapat ditempelkan dengan mudah dengan insiden ini.
Jika dicek, BPMI ini merupakan Biro di bawah Sekretariat Presiden, yang berada di bawah Kementerian Sekretariat Negara. Makanya Mensesneg, Prasetyo Hadi segera mengeluarkan statement yang memastikan akan mencari jalan terbaik. Dewan Pers juga meminta pihak istana agar mengembalikan hal tersebut.
Akhirnya, hari ini pihak istana melalui Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana, meminta maaf dan mengembalikan Kartu Liputan Istana milik Diana setelah pertemuan antara pihak Istana dengan CNN Indonesia dan Dewan Pers di Kompleks Istana Kepresidenan.
Sebagai masyarakat, kita tentu sangat menunggu pernyataan Presiden terutama dalam berbagai hal yang sedang ramai. Salah satu momen untuk meminta pernyataan adalah dalam konferensi pers tersebut. Apabila tidak ada kebebasan dalam melontarkan pertanyaan, kita akan sulit mengetahui bagaimana langkah Presiden terhadap situasi terkini.
Timbul berbagai pertanyaan dari insiden ini. Apakah Presiden sedang dipagari agar tidak memberi pernyataan? Atau apakah Presiden sedang dijaga agar tidak diberikan pertanyaan yang belum diberikan informasi oleh pembantunya? Apakah Penarikan Kartu Liputan Istana oleh BPMI merupakan inisiatif BPMI? Atau apakah ada perintah untuk melakukan itu?
Apapun jawabannya, apabila pertanyaan bersifat sensitif, Presiden dapat memilih untuk tidak menjawab dan terus berjalan, tetapi Presiden memilih untuk berbalik dan memberikan jawaban dengan positif.
Sehingga tinggal satu pertanyaan yang belum terjawab:
Siapa yang terusik dengan pertanyaan tersebut?